Sejarah
well, sebenernya sih aku kurang suka sama pelajaran ini..yahh, tapi harus gimana lagi?
kurang suka, tapi tau masa kependudukan jepang di Indonesia..HAHA:D *awkward*
alright, disini saya mau menceritakan kependudukan jepang saat di Indonesia dan ini hanya setahu saya,okay? #NO HATE , pleaseee:)
Pada tanggal 11 januari 1942, Jepang memasuki Indonesia dan mendarat di Tarakan *enggak tau dimana itu???:D* lalu, jepang menyerbu beberapa wilayah di Indonesia contohnya di Samarinda, Jawa Barat, dan masih banyak lagi wilayah lainnya. pertamanya sih itu Jepang hanya ingin mengunjungi Indonesia karena pemerintah Jepang bilang bahwa Jepang adalah saudara tua Indonesia dan ingin memasarkan hasil industri, panen Indonesia. akan tetapi, Jepang hanya membujuk manis Indonesia saat pertama, selanjutnya Jepang ingin lebih dari itu dan lalu Jepang mempekerjakan sang petani, nelayan, dll(pekerja) dengan Kerja Paksa atau Romusha. Mereka harus menyetorkan hasil panen, dan hasil tambang nya pada Jepang sebesar 80%, dan diwajibkan militer. Sebenarnya, Romusha itu semulanya bersifat sukarela dan sementara. yah, dikarenakan pemerintah ingin lebih gitu deh jadinya..
Saat itu juga, organisasi islam yang boleh didirikan atau diadakan yaitu hanya MIAI. Organisasi MIAI satu-satunya organisasi islam yang hanya bisa berkerjasama dengan pemerintah Jepang. Kenapa? soalnya, katanya sih ini juga..orang Indonesia saat dulu itu Anti orang luar negeri atau apalah,..saya juga lupa?! yah, intinya itu deh..hehehe:D
Nah, selanjutnya itu perlawanan bersenjata yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. se-tahu saya, masyarakat Indonesia memberanikan untuk mengangkat senjata saat Jepang bertingkah berlebihan, keterlaluan, dan memeras pada warga Indonesia. Disitulah, warga Indonesia dengan pemerintah Jepang saling menyerang satu sama lain.
sampai disini dulu kawan,..dan tentang pembelajaran dari Dena akan dilanjut lain hari. Bye-bye...^^
-Sincerely, Dena N Rizsa
kurang suka, tapi tau masa kependudukan jepang di Indonesia..HAHA:D *awkward*
alright, disini saya mau menceritakan kependudukan jepang saat di Indonesia dan ini hanya setahu saya,okay? #NO HATE , pleaseee:)
Pada tanggal 11 januari 1942, Jepang memasuki Indonesia dan mendarat di Tarakan *enggak tau dimana itu???:D* lalu, jepang menyerbu beberapa wilayah di Indonesia contohnya di Samarinda, Jawa Barat, dan masih banyak lagi wilayah lainnya. pertamanya sih itu Jepang hanya ingin mengunjungi Indonesia karena pemerintah Jepang bilang bahwa Jepang adalah saudara tua Indonesia dan ingin memasarkan hasil industri, panen Indonesia. akan tetapi, Jepang hanya membujuk manis Indonesia saat pertama, selanjutnya Jepang ingin lebih dari itu dan lalu Jepang mempekerjakan sang petani, nelayan, dll(pekerja) dengan Kerja Paksa atau Romusha. Mereka harus menyetorkan hasil panen, dan hasil tambang nya pada Jepang sebesar 80%, dan diwajibkan militer. Sebenarnya, Romusha itu semulanya bersifat sukarela dan sementara. yah, dikarenakan pemerintah ingin lebih gitu deh jadinya..
Saat itu juga, organisasi islam yang boleh didirikan atau diadakan yaitu hanya MIAI. Organisasi MIAI satu-satunya organisasi islam yang hanya bisa berkerjasama dengan pemerintah Jepang. Kenapa? soalnya, katanya sih ini juga..orang Indonesia saat dulu itu Anti orang luar negeri atau apalah,..saya juga lupa?! yah, intinya itu deh..hehehe:D
Nah, selanjutnya itu perlawanan bersenjata yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. se-tahu saya, masyarakat Indonesia memberanikan untuk mengangkat senjata saat Jepang bertingkah berlebihan, keterlaluan, dan memeras pada warga Indonesia. Disitulah, warga Indonesia dengan pemerintah Jepang saling menyerang satu sama lain.
sampai disini dulu kawan,..dan tentang pembelajaran dari Dena akan dilanjut lain hari. Bye-bye...^^
-Sincerely, Dena N Rizsa
Comments
Post a Comment